JAKARTA, BENIH SAWIT INDONESIA – KSO Kebun Benih Adolina membidik penjualan sebanyak 20.000 kecambah kelapa sawit unggul pada ajang Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 yang akan digelar di Pekanbaru, Riau. Target tersebut sejalan dengan upaya perusahaan memperluas pasar benih unggul di provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia.
Manager Produksi Balai Benih Kelapa Sawit PTPN IV Regional II, Mahmud Irfan Lubis, mengatakan SIEXPO menjadi momentum strategis untuk menjangkau pelaku industri sawit, mulai dari perusahaan perkebunan, penangkar benih, hingga petani.
“Riau merupakan provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Selain itu, SIEXPO akan dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor sawit sehingga menjadi ajang yang tepat untuk memperluas pemasaran,” ujarnya.
Sebagai daya tarik selama pameran, KSO Adolina akan memberikan fasilitas bebas ongkos kirim bagi pembeli kecambah sawit. Penyerahan benih dilakukan langsung di lokasi pameran.
KSO Kebun Benih Adolina merupakan kerja sama bisnis antara PT Perkebunan Nusantara IV Regional II dan PT Riset Perkebunan Nusantara (Pusat Penelitian Kelapa Sawit/PPKS). Unit produksi yang berlokasi di Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tersebut memproduksi benih sawit unggul Varietas PPKS 540, Simalungun, Yangambi, dan AVROS.
Sejak memulai produksi pada 2016, jutaan benih telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi.
Sepanjang 2025, KSO Adolina menyalurkan lebih dari 2,6 juta butir benih kelapa sawit. Sebanyak 77% di antaranya diserap perusahaan penangkar benih kelapa sawit, 17% oleh BUMN dan anak usahanya, sedangkan 6% dipasarkan kepada petani.
Mahmud mengatakan permintaan terhadap benih sawit unggul masih menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2026, perusahaan masih memiliki pesanan sekitar 1,4 juta kecambah yang harus dipenuhi hingga akhir tahun.
“Tingginya permintaan menunjukkan kebutuhan industri terhadap benih unggul masih sangat besar, terutama untuk mendukung program peremajaan maupun pengembangan kebun sawit,” katanya.
Pada SIEXPO 2026, KSO Adolina akan menampilkan empat varietas unggulan, yakni PPKS 540, Simalungun, Yangambi, dan AVROS.
Keempat varietas tersebut memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi dengan kontaminasi non-Tenera sekitar 0,02% atau setara 99,8% Tenera. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan batas maksimum Standar Nasional Indonesia (SNI) 8211:2023 sebesar 2%.
Selain itu, benih tersebut memiliki produktivitas tandan buah segar dan rendemen minyak yang tinggi serta mampu memasuki masa produksi lebih cepat apabila didukung penerapan budidaya yang baik.
Untuk menjaga kepuasan pelanggan, KSO Adolina juga menyediakan layanan purna jual. Perusahaan melakukan pendampingan kepada pelanggan yang memenuhi persyaratan tertentu, disertai survei rutin minimal sekali dalam setahun.
Hasil survei tersebut dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengevaluasi performa benih di lapangan sekaligus menjadi dasar perbaikan pada seluruh proses produksi dan pelayanan.
“Kami tetap melakukan pendampingan melalui program purna jual dan survei terintegrasi yang hasilnya dianalisis secara statistik. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi kami untuk terus melakukan perbaikan pada seluruh proses produksi maupun pelayanan sehingga kualitas benih yang kami hasilkan tetap terjaga,” kata Mahmud.

