Berita Terbaru

160 Pekebun Seluma Didorong Naik Kelas dari Budidaya hingga Mutu TBS

Bengkulu, BENIH SAWIT INDONESIA – Pelatihan pekebun sawit tidak lagi sekadar mengejar peningkatan produksi. Pekebun juga perlu memahami budidaya, panen & pascapanen, mutu tandan buah segar (TBS), hingga tuntutan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, S.Pt., MP, saat membuka pelatihan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 yang diikuti 160 pekebun Kabupaten Seluma, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan pelatihan ini diadakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), serta dukungan rekomendasi peserta dari Ditjen Perkebunan (Ditjenbun)-Kementerian Pertanian.

Sri mengatakan, ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus diterapkan di kebun dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

“Kami berharap Bapak Ibu memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya dan bisa menerapkannya dalam proses perkebunan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan SDM penting karena lebih dari 75% dari 426 ribu hektare areal sawit Bengkulu merupakan perkebunan rakyat. Besarnya potensi tersebut harus diikuti peningkatan keterampilan agar produktivitas dan pendapatan pekebun ikut meningkat.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya, panen dan pascapanen yang baik. Praktik tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memenuhi tuntutan sertifikasi ISPO.

Mutu TBS jadi penentu

Peningkatan kualitas TBS menjadi salah satu sasaran pelatihan. Sri menyebut harga penetapan TBS Bengkulu saat ini sekitar Rp3.400 per kilogram. Namun, berdasarkan informasi di lapangan, masih sedikit pekebun yang memperoleh harga di atas Rp3.000 per kilogram.

Oleh karena itu, pekebun didorong memperbaiki kualitas hasil panen agar memiliki nilai jual lebih baik.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap Bapak Ibu bisa meningkatkan kualitas TBS sehingga harga juga bisa meningkat,” katanya.

Sri juga berharap dukungan PT. Bio Nusantara Teknologi (Sandabi Indah Lestari/SIL) Group) di Kabupaten Seluma untuk menyerap TBS berkualitas dari pekebun dengan harga sesuai penetapan TBS Provinsi Bengkulu.

Melalui pelatihan ini, 160 pekebun Seluma diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga mengubah cara mengelola kebun—dari budidaya hingga panen dan pascapanen—agar menghasilkan TBS yang lebih berkualitas dan bernilai ekonomi.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *