Berita Terbaru

Cetak Rekor Dunia, Indonesia Sukses Terapkan B50 dan Hentikan Impor Solar

JAKARTA, BENIH SAWIT INDONESIA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan sejarah baru dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Penerapan biodiesel B50—campuran 50% minyak kelapa sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) pada solar—resmi menjadikan Indonesia sebagai pionir dan pencetak rekor dunia dalam kemandirian energi.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa keberhasilan B50 tidak hanya membuktikan keunggulan teknologi nasional, tetapi juga berhasil menghentikan impor bahan bakar solar jenis CN48.

“Target B50 ini bisa menghentikan impor solar kita. Jenis solar kita ada CN48 dan CN51, dan yang tidak diimpor lagi adalah CN48. Artinya, kita sudah bisa mandiri dari impor CN48,” ujar Eniya dalam gelaran Indonesia EBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Eniya menambahkan, pencapaian 50% porsi FAME ini melampaui negara-negara lain. Sebagai perbandingan, Malaysia saat ini baru mengumumkan B20, sementara kawasan Eropa dan negara lainnya rata-rata baru mencapai 7% hingga 10%. Keberhasilan ini didukung oleh road test ketat selama enam bulan yang hasilnya dibuka secara transparan kepada publik sebagai bukti ilmiah (scientific proof).

Pertamina Siapkan Infrastruktur Blending Canggih

Menyokong penuh program strategis ini, PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur pencampuran (blending) dan distribusi di seluruh jaringan terminalnya.

Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa pasokan FAME dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) disalurkan melalui armada kapal laut, mobil tangki, hingga jalur pipa terminal sebelum disimpan di tangki khusus.

Untuk menghasilkan produk B50 yang presisi dan stabil, Pertamina menerapkan dua metode blending utama:

  • Sequential Blending: Pencampuran porsi FAME dan solar secara terukur menggunakan meter arus (Automatic Tank Gauge/ATG) langsung di dalam tangki penyimpanan.
  • Inline Blending: Pencampuran otomatis yang mengalirkan FAME dan solar secara bersamaan dalam satu jalur pipa hingga teremulsi sempurna menjadi B50.

Dengan keandalan fasilitas, sistem kontrol mutu, dan keterjaminan pasokan tersebut, Indonesia optimistis melangkah sebagai acuan utama dunia dalam transisi menuju energi bersih ramah lingkungan.

Sumber: liputan6.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *