• Senin, 5 Oktober 2026

Bangun Kepercayaan dan Tumbuh Bersama Petani, PTPN IV PalmCo Targetkan PSR 64 Ribu Hektare Hingga 2029

PEKANBARU, SAWIT INDONESIA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menegaskan bahwa asas kepercayaan (trust) dan prinsip tumbuh bersama merupakan kunci utama dalam membangun kemitraan sawit rakyat yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, saat menyambut kunjungan studi banding rombongan petani, pengurus koperasi, pemerintah desa, dan perwakilan Dinas Perkebunan dari Kalimantan Barat di PTPN IV Regional III Riau, Minggu (4/10/2026).

Jatmiko mengungkapkan bahwa kemajuan perusahaan tidak akan ada artinya tanpa dibarengi dengan peningkatkan kesejahteraan para petani mitra.

"Kalaupun mau maju, kalaupun mau sejahtera, petaninya juga harus ikut. Tidak mungkin PTPN bisa sejahtera kalau petani yang menjadi mitranya tidak sejahtera. Kami akhirnya menyadari bahwa kami harus kembali lagi ke khittah, bahwa kami dibentuk untuk berdampingan bersama petani," tegas Jatmiko.

Poin-poin utama capaian produktivitas, target kemitraan, dan model pendampingan PTPN IV PalmCo meliputi:

  • Lompatan Target dan Produktivitas PSR: Sepanjang periode 2024–2025, realisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PTPN IV PalmCo telah menembus 36.681 hektare. Hingga tahun 2029, program PSR ditargetkan mampu menjangkau 32.000 keluarga petani dengan total luas lahan 64.000 hektare.

  • Hasil Produktivitas Melampaui Standar Nasional: Hasil pendampingan teknis menunjukkan produktivitas lahan petani binaan mencapai 23,9 ton TBS per hektare pada Tanaman Menghasilkan (TM) usia tiga tahun—jauh melampaui rata-rata standar nasional yang berada di angka 19 ton per hektare.

  • Empat Pilar Kemitraan Strategis: PTPN IV Regional III Riau menerapkan pola kemitraan berbasis empat pilar: single management, penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat, pelatihan off-taker, serta penguatan kelembagaan petani.

  • Klarifikasi Penerapan Single Management: Jatmiko menekankan bahwa sistem single management bukan bentuk penguasaan kebun petani oleh perusahaan, melainkan jaminan agar seluruh proses pembukaan, penanaman, dan pemeliharaan lahan memenuhi standar teknis terbaik guna memastikan jaminan harga yang kompetitif.

  • Sentra Pembibitan & Replikasi Model ke Kalimantan: Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menambahkan bahwa perusahaan mengoperasikan 7 sentra pembibitan unggul di Riau (Tandun, Rokan, Sungai Pagar, Tanah Putih, Air Molek, Lubuk Dalam, dan Dumai) yang dapat diakses publik. Kepala Divisi PSR PalmCo, Abdul Muthalib, menyebut model sukses Riau ini siap direplikasi di Regional V Kalimantan sebagai percontohan nyata (living showcase) bagi petani plasma daerah setempat.

Sinergi kokoh antara BUMN perkebunan dan petani plasma ini membuktikan bahwa pengelolaan sawit yang transparan, profesional, dan berbasis kemitraan adil mampu menjadi benteng ketahanan ekonomi kerakyatan sekaligus pilar utama keberlanjutan industri sawit nasional.

Sumber: riauaktual.com