Tanjung Selor, BENIH SAWIT INDONESIA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang meminta koperasi-koperasi kelapa sawit di Kalimantan untuk mengambil peran lebih besar meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama dan menjadi unggulan Kaltara. Dalam konteks inilah koperasi kelapa sawit rakyat harus mengambil peran yang lebih besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Zainal A Paliwang, di Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Rabu.
Oleh sebab itu, tegasnya, koperasi sawit tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan mengumpulkan dan menjual hasil produksi petani. Tetapi harus mulai melihat peluang untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas dan produktivitas, membangun kemitraan dengan industri, serta mengembangkan usaha-usaha turunan kelapa sawit sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki.
“Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi dapat mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri kelapa sawit,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, saat ini industri kelapa sawit nasional terus mengalami perkembangan dan memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia.
“Kelapa sawit tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas yang menghasilkan bahan baku berupa minyak sawit mentah, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah,” tuturnya.
Karena itu, kata Zainal, pemerintah terus mendorong penguatan industri hilir kelapa sawit melalui berbagai kebijakan yang salah satunya adalah pengembangan program B50, yaitu pemanfaatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebagai bahan bakar.
“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan minyak sawit di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” ungkapnya.
Selain biodiesel, lanjutnya lagi, kelapa sawit juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lainnya, baik untuk kebutuhan pangan, energi, maupun industri.
Semakin banyak produk yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, kata Gubernur Kaltara, maka semakin besar pula peluang untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan usaha, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“Nah melalui koperasi sawit yang dikelola secara profesional, transparan, dan inovatif, diharapkan nilai tambah dari komoditas kelapa sawit dapat semakin banyak dirasakan oleh petani dan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Sumber: kaltara.antaranews.com

