Harga TBS Kelapa Sawit Riau Kompak Anjlok Pekan Ini, Tertekan Pelemahan CPO dan Kernel
PEKANBARU, BENIH SAWIT INDONESIA - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau—baik untuk jalur mitra swadaya maupun plasma—secara kompak mengalami koreksi pada periode 7–13 Oktober 2026. Penurunan harga komoditas utama pembentuknya, yakni Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel), menjadi pemicu utama melandainya harga di tingkat petani.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga pekan ini mencatatkan penurunan tertinggi pada kelompok umur tanaman 9 tahun.
"Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel," ujar Defris di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/10/2026).
Poin-poin utama rincian pergerakan harga TBS, CPO, kernel, serta komitmen pengawasan kelembagaan meliputi:
- Petani Swadaya: Harga TBS terkoreksi tajam sebesar Rp133,23 per kg (turun 3,45%) menjadi Rp3.733,74 per kg. Pada segmen ini, harga CPO acuan turun Rp489,13 menjadi Rp15.063,53 per kg, sedangkan harga kernel tercatat berada di level Rp13.573,00 per kg.
- Petani Mitra Plasma: Harga TBS mengalami penurunan sebesar Rp115,43 per kg (turun 2,95%) menjadi Rp3.796,85 per kg. Rata-rata harga jual CPO plasma melandai Rp430,22 menjadi Rp15.050,00 per kg, sementara harga kernel susut Rp529,00 menjadi Rp12.903,00 per kg.
- Penguatan Tata Kelola Bersama Kejati Riau: Pemprov Riau bersama Kejaksaan Tinggi Riau terus memperketat pengawasan dan transparansi mekanisme penetapan harga TBS guna menjamin kepastian hukum, mencegah manipulasi data, serta memberikan rasa keadilan bagi petani maupun pabrik kelapa sawit (PKS) mitra.
Kendati mengalami koreksi dari periode pekan sebelumnya, tingkat harga TBS Riau yang masih bertahan kukuh di atas Rp3.700 per kg dinilai tetap menjaga optimisme dan tingkat pendapatan para petani sawit di daerah tersebut.
Sumber: riau.antaranews.com


