Hemat Devisa Rp500 Triliun, Mentan Amran Siapkan 2 Juta Ha Lahan Bioetanol
JAKARTA, BENIH SAWIT INDONESIA - Pemerintah terus menggenjot kemandirian energi nasional melalui pengembangan bioetanol berbasis komoditas pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa program energi terbarukan ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp500 triliun per tahun sekaligus memutar roda ekonomi di tingkat petani lokal.
Hal tersebut ditegaskan Mentan usai memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol yang dihadiri 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.
"Karena yang terpenting adalah etanol diproduksi negara lain, itu nilainya energi, biofuel, itu nilainya Rp500 triliun. Kalau Rp500 triliun ini berputar di petani Indonesia," ujar Amran.
Strategi utama pengembangan bioetanol nasional ini meliputi beberapa poin penting:
Tiga Komoditas Utama: Bioetanol difokuskan pada pemanfaatan tiga tanaman pangan strategis, yakni tebu, singkong, dan jagung sebagai bahan baku utama.
Alokasi Lahan Masif: Pemerintah menyiapkan kawasan seluas 1 juta hingga 2 juta hektare yang bersumber dari pemanfaatan lahan ketersediaan negara maupun kawasan yang sesuai untuk tanaman energi.
Skema Investasi Kolaboratif: Pembangunan industri bioetanol akan melibatkan investasi bersama dengan porsi 30 persen dari BUMN dan 70 persen dari sektor swasta.
Dukungan Daerah: Sebanyak 44 pemerintah kabupaten telah berkomitmen menyiapkan potensi wilayah dan lahan untuk mengakselerasi pembentukan kawasan industri bioetanol.
Mentan menilai, langkah ini menjadi pijakan strategis pasca-penguatan sektor pangan dan protein untuk membawa Indonesia mencapai kedaulatan energi yang berkelanjutan di masa depan.
Sumber: kalsel.anatanews.com


