• Jumat, 9 Oktober 2026

Hotspot Nasional Anjlok 67 Persen, Kemenhut Tetap Siagakan 61 Armada Udara dan Selamatkan 272 Satwa Terdampak Karhutla

JAKARTA, BENIH SAWIT INDONESIA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat penurunan signifikan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional. Kendati demikian, Kemenhut menegaskan tidak mengurangi kewaspadaan operasional, terutama di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah yang masih mencatatkan angka hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas.

Berdasarkan data Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut per Kamis (8/10/2026) pukul 21.10 WIB, terdeteksi 387 hotspot nasional. Angka ini anjlok lebih dari 67 persen dibanding hari sebelumnya yang mencapai 1.176 titik.

Poin-poin utama tren hotspot, pengerahan armada operasional, hingga penyelamatan satwa liar meliputi:

  • Dinamika Hotspot Enam Provinsi Prioritas (Total 268 Titik):

  • Sumatera Selatan: 130 titik (turun dari 224 titik).

  • Kalimantan Tengah: 86 titik (turun dari 225 titik).

  • Kalimantan Selatan: 37 titik (meningkat dari 31 titik).

  • Kalimantan Barat: 12 titik (turun dari 47 titik).

  • Jambi: 3 titik (turun dari 16 titik).

  • Riau: Nihil (tetap nihil).

  • Siaga 61 Armada Udara & Respon Darat: Kemenhut bersama Manggala Agni, BNPB, TNI, dan Polri menyiagakan 61 unit armada udara (17 patroli/Modifikasi Cuaca dan 44 water bombing). Di darat, tim memfokuskan pembasahan hingga ke lapisan dalam tanah gambut guna mematikan bara api residual bawah permukaan.

  • Penyelamatan 272 Ekor Satwa Liar: Dampak karhutla dan gangguan habitat di Kalimantan memicu evakuasi masif terhadap 272 individu satwa (Kalsel 105, Kalbar 71, Kalteng 48, Kaltim 48). Khusus di Kalbar, tim berhasil mengamankan 46 orangutan, 12 trenggiling, 5 kukang, 4 kucing kuwuk, 2 bekantan, 1 musang, dan 1 lutung kelabu untuk direhabilitasi atau ditranslokasi.

  • Imbauan Kesehatan & Laporan BKSDA: Masyarakat di imbau memakai masker akibat konsentrasi PM2,5 yang masih masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya di sebagian Sumatera dan Kalimantan. Kemenhut juga meminta warga melapor ke BKSDA terdekat jika menemukan satwa terdampak dan tidak melakukan evakuasi mandiri.

Kemenhut kembali menegaskan larangan keras membuka lahan dengan cara membakar. Seluruh Satgas Karhutla terus memperketat patroli groundcheck guna menjaga tren penurunan titik api secara berkelanjutan.

Sumber: kehutanan.go.id