Berita Terbaru

Menko Perekonomian Tegaskan Riset dan Hilirisasi Sawit Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Jakarta, BENIH SAWIT INDONESIA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa riset, inovasi, dan hilirisasi menjadi kunci memperkuat daya saing industri kelapa sawit sekaligus mendukung ketahanan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan saat menutup Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta.

Airlangga menyampaikan bahwa industri kelapa sawit tetap menjadi salah satu sektor strategis nasional dengan kontribusi sekitar 3,5 persen terhadap PDB, nilai ekspor mencapai USD30,87 miliar, serta penerimaan negara dari pungutan ekspor dan bea keluar sebesar Rp53,13 triliun pada 2025. Menurutnya, kontribusi tersebut harus terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas, penguasaan teknologi, dan pengembangan produk hilir bernilai tambah.

“Implementasi Biodiesel B50 menunjukkan bahwa riset, kebijakan, investasi, dan kapasitas industri mampu berjalan selaras. Ke depan, keberhasilan ini harus menjadi pijakan untuk mengembangkan hilirisasi menuju produk bernilai tambah seperti Green Diesel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan bensin sawit,” ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan apresiasi kepada BPDP dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional. Ia juga berharap PERISAI tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi mampu melahirkan kolaborasi nyata yang mempercepat penerapan dan komersialisasi hasil riset sehingga memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat.

Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan BPDP akan terus memperkuat dukungan terhadap riset dan inovasi sebagai bagian dari transformasi industri perkebunan Indonesia.

“PERISAI menjadi wadah untuk mempertemukan peneliti, pemerintah, dunia usaha, dan investor agar hasil riset dapat diimplementasikan serta memberikan nilai tambah bagi industri dan perekonomian nasional,” ujar Eddy.

Hingga saat ini, BPDP telah menyalurkan dana riset sebesar Rp921 miliar dengan melibatkan 109 lembaga penelitian dan sekitar 1.900 peneliti. Pada tahun 2026, BPDP juga menandatangani 56 kontrak riset baru, termasuk kajian pengembangan kelapa nasional dan kesiapan infrastruktur implementasi Biodiesel B50.

PERISAI 2026 diikuti sekitar 1.500 peserta dan menghadirkan seminar ilmiah, pameran inovasi, business matching, Forum Lembaga Pendidikan Penerima Beasiswa SDM Perkebunan, final Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, hingga peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender di Industri Kelapa Sawit Indonesia.

Sumber: bpdp.or.id

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *