Cari Solusi Karhutla Berulang, Presiden Prabowo Kumpulkan Akademisi dan Pakar Gambut di Istana
Peremajaan Sawit Rakyat Riau Capai 55 Ribu Hektare: Rp1,9 Triliun Bantuan Dikucurkan, Kampar Catat Lahan Terluas
PEKANBARU, BENIH INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau terus mencatatkan progres signifikan. Dinas Perkebunan Provinsi Riau mencatat realisasi PSR periode 2017 hingga 1 September 2026 telah menjangkau luas lahan 55.140,14 hektare dengan total dana bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,9 triliun.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, mengonfirmasi bahwa program ini telah merangkul 23.789 pekebun yang terwadahi dalam 235 kelembagaan. Dari total capaian tersebut, skema peremajaan terbagi atas 44.244,65 hektare jalur dinas dan 10.895,49 hektare jalur kemitraan.
“Program PSR ini diharapkan menjadi solusi bagi ribuan hektare kebun sawit rakyat yang saat ini sudah tidak produktif, sehingga petani bisa kembali menikmati hasil panen yang optimal secara berkelanjutan,” ujar Supriadi di Pekanbaru, Senin.
Tiga sasaran utama program ini berfokus pada pembenahan lahan non-produktif, yaitu tanaman berusia di atas 25 tahun, memiliki hasil panen di bawah 10 ton TBS per hektare per tahun, atau yang terindikasi menggunakan benih tidak unggul.
Secara sebaran wilayah, Kabupaten Kampar memimpin capaian terluas di Riau dengan 13.023,74 hektare (5.590 pekebun). Posisi berikutnya ditempati oleh:
- Pelalawan: 8.890,44 ha (3.739 pekebun)
- Siak: 8.590,42 ha (3.658 pekebun)
- Kuantan Singingi: 7.123,94 ha (2.731 pekebun)
- Indragiri Hulu: 5.731,10 ha (2.488 pekebun)
- Rokan Hilir: 4.482,34 ha (2.265 pekebun)
- Rokan Hulu: 4.291,44 ha (1.744 pekebun)
- Indragiri Hilir: 1.861,87 ha (990 pekebun)
- Bengkalis: 779,70 ha (374 pekebun)
- Dumai: 365,15 ha (210 pekebun)
Supriadi menambahkan, akselerasi PSR saat ini ditopang oleh payung hukum terbaru, salah satunya Keputusan Direktur BPDP Nomor 252/2024 yang menaikkan nilai bantuan dana peremajaan dua kali lipat, dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare. Dana tersebut dimanfaatkan langsung untuk pembongkaran tanaman tua, pengadaan bibit unggul bersertifikat, penanaman ulang, hingga perawatan awal lahan.
Sumber: riau.antaranews.com


