• Senin, 21 September 2026

Petani Sawit Imbau Kombinasikan Pupuk Kimia dan Organik untuk Hasil Maksimal

PEKANBARU, BENIH INDONESIA — Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, mengimbau para petani kelapa sawit untuk tidak hanya bergantung pada pupuk kimia (anorganik). Ia menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik guna memulihkan kondisi tanah yang telah jenuh agar penyerapan nutrisi tanaman menjadi lebih efisien.

Menurut Gulat, penggunaan pupuk kimia yang dilakukan terus-menerus—terutama pada kebun sawit yang berumur di atas 10 tahun—dapat memicu kejenuhan tanah. Kombinasi yang seimbang antara kedua jenis pupuk tersebut dinilai menjadi solusi terbaik.

"Jika hanya menggunakan pupuk kimia, itu tidak lebih baik. Namun apabila dikombinasikan dengan pupuk organik, hasilnya akan sempurna," ujar Gulat pada Sabtu (19/9/2026).

Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:

Peran Pupuk Organik: Bertugas membenahi struktur kimia, fisika, dan biologi tanah sehingga akar tanaman dapat menyerap unsur hara secara lebih leluasa.

Fungsi Berbeda: Pupuk kimia bekerja memenuhi kebutuhan hara langsung pada tanaman, sementara pupuk organik fokus memperbaiki kualitas tanah.

Peningkatan Efisiensi Penyerapan: Penyerapan pupuk pada tanaman yang biasanya hanya berkisar 30 persen diklaim mampu melonjak hingga 80 persen jika tanah dalam kondisi sehat.

Gulat membagikan pengalamannya menggunakan pupuk organik Ultra Strong yang berbahan baku dari sawit untuk memulihkan kebun pribadinya. Ia menilai kandungan yang komplit di dalamnya membantu mempercepat pemulihan struktur tanah, sehingga pupuk kimia yang diaplikasikan selanjutnya dapat terserap jauh lebih maksimal.

Ia mengingatkan para petani bahwa penggunaan bibit unggul tidak akan memberikan hasil optimal jika tidak diimbangi dengan teknik pemupukan yang tepat dan berimbang. Praktik budidaya yang benar dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas kebun sawit secara berkelanjutan.

Sumber: riauaktual.com