• Kamis, 24 September 2026

Redam Lonjakan Harga hingga Rp23 Ribu, Pemkab Natuna dan Bulog Pasok 96 Ribu Liter MinyaKita ke Perbatasan

Natuna, BENIH SAWIT INDONESIA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna bersama Perum Bulog Cabang Natuna memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng di wilayah perbatasan Kepulauan Riau. Langkah ini ditandai dengan masuknya puluhan ribu liter minyak goreng program Domestic Market Obligation (DMO) merek MinyaKita.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, meninjau langsung proses bongkar muat pasokan minyak goreng tersebut di Pelabuhan Selat Lampa bersama Wakil Bupati Natuna Jarmin dan Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburan, Rabu (23/9/2026).

"Minyak ini dihadirkan supaya tidak mengalami kelangkaan dan tidak ada pihak lain yang menjual di atas HET," tegas Cen Sui Lan.

Beberapa poin penting terkait distribusi MinyaKita di Natuna meliputi:

  • Total Pasokan: Sebanyak 5 kontainer berisi 96.252 liter MinyaKita (kemasan 1 liter dan 2 liter) dikirim langsung dari Jakarta menggunakan moda transportasi Tol Laut.

  • Penekanan Harga: Intervensi ini dilakukan setelah ditemukannya lonjakan harga MinyaKita di pasar lokal yang sempat menembus Rp23.000 per liter.

  • Jaminan HET: Melalui jaringan mitra Bulog, MinyaKita dipastikan dijual kepada masyarakat sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu maksimal Rp15.700 per liter.

  • Perluasan Jangkauan: Jika sebelumnya pasokan dari Bulog Tanjungpinang hanya memprioritaskan Pasar Ranai, pasokan baru ini akan didistribusikan ke seluruh mitra penjual di wilayah Natuna.

Sinergi Pemkab Natuna dan Bulog ini diharapkan mampu menghentikan spekulasi harga di tingkat pedagang sekaligus mempermudah masyarakat perbatasan dalam mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Sumber: kepri.antaranews.com