• Rabu, 4 November 2026

Tembus US,92 Miliar, Ekspor Sawit dan Olahannya Dorong Ekspor Riau Tumbuh Positif 6,61 Persen

PEKANBARU, BENIH SAWIT INDONESIA - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Riau menunjukkan tren positif sepanjang periode Januari hingga September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat total nilai ekspor Riau mencapai US,92 miliar, meningkat 6,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Pertumbuhan positif ini terutama disokong oleh kinerja solid dari sektor nonmigas yang membukukan nilai ekspor sebesar US,47 miliar atau tumbuh 10,58 persen secara tahunan (year-on-year).

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa penguatan ekspor nonmigas menegaskan besarnya kontribusi komoditas berbasis industri pengolahan (manufaktur), khususnya kelapa sawit dan produk turunannya, terhadap perekonomian Riau.

"Nilai ekspor Riau Januari-September 2026 mencapai US,92 miliar atau naik 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US,47 miliar juga naik 10,58 persen," ujar Asep Riyadi dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin (2/11/2026).

Poin-poin utama lonjakan ekspor September 2026, kinerja komoditas minyak nabati, peta negara tujuan utama, serta evaluasi sektoral meliputi:

Lonjakan Ekspor Spesifik Bulan September 2026:

  • Total nilai ekspor Riau khusus pada September 2026 mencapai US,30 miliar, meroket 45,21 persen dibandingkan September 2025.

  • Ekspor nonmigas September 2026 tumbuh pesat hingga 54,85 persen menyentuh US,28 miliar.

  • Sebaliknya, sektor migas tercatat mengalami penurunan tajam sebesar 82,42 persen, dengan nilai ekspor hanya berada di angka US,57 juta.

Kinerja Komoditas: Sawit Melonjak, Pulp Terkoreksi:

  • Lemak & Minyak Hewan/Nabati (CPO & Turunannya): Mencatatkan lonjakan nilai terbesar, yakni naik US,22 miliar (14,21%). Secara kumulatif (Januari–September 2026), nilai ekspor golongan ini telah menembus US,77 miliar.

  • Bubur Kayu (Pulp): Mengalami penurunan nilai terbesar, yakni menyusut US6,14 juta (10,07%).

Peta Pasar Tujuan Utama Ekspor Nonmigas:

  • Tiongkok mempertahankan posisi sebagai negara tujuan utama ekspor nonmigas Riau dengan nilai US,08 miliar.

  • India berada di posisi kedua dengan pencapaian US,58 miliar, diikuti Malaysia sebesar US,22 miliar. Ketiga negara ini menyerap 35,71 persen dari total ekspor nonmigas Riau.

  • Berdasarkan kawasan regional, ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN membukukan US,86 miliar, sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai US,85 miliar.

Dinamika Pertumbuhan Sektoral:

  • Sektor Industri Pengolahan: Tumbuh 11,13 persen secara kumulatif dibandingkan periode Januari–September 2025.

  • Sektor Pertanian: Mengalami penurunan kinerja ekspor sebesar 17,53 persen.

Capaian ini mempertegas bahwa transformasi hilirisasi pada industri pengolahan kelapa sawit dan minyak nabati masih menjadi tulang punggung utama dalam mempertahankan stabilitas dan momentum pertumbuhan nilai ekspor Provinsi Riau di pasar global.