• Senin, 5 Oktober 2026

Tren Positif Berlanjut, Harga TBS Sawit Kaltim Tembus Rp3.617/Kg Disokong Penguatan Pasar CPO Global

SAMARINDA, BENIH SAWIT INDONESIA - Sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencatatkan kinerja positif. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani mitra terpantau melanjutkan tren kenaikan secara berkelanjutan, memberikan dampak ekonomi langsung bagi kemitraan petani plasma dan korporasi perkebunan di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, drh. Arief Murdiyatno, menyampaikan bahwa penetapan harga periode 16–30 September 2026 ini didasarkan pada pergerakan harga pasar bahan baku utama, yakni Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel).

“Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.471,00 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.143,17 per kilogram. Kenaikan harga TBS pada periode ini turut dipengaruhi menguatnya harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan,” jelas Arief dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Poin-poin utama rincian harga TBS berdasarkan kelompok umur tanaman serta imbauan kemitraan mencakup:

Rincian Harga TBS Berdasarkan Kelompok Umur Tanaman:

  • Tanaman Umur 3 Tahun: Rp3.176,42/kg

  • Tanaman Umur 4–6 Tahun: Rp3.277,71/kg s.d. Rp3.442,29/kg

  • Tanaman Umur 7–9 Tahun: Rp3.491,93/kg s.d. Rp3.591,83/kg

  • Tanaman Umur 10–20 Tahun (Puncak/Terbaik): Rp3.617,55 per kilogram

  • Tanaman Umur 21–25 Tahun: Rp3.564,56/kg s.d. Rp3.343,96/kg

Perlindungan Petani via Kemitraan Resm: Arief menekankan bahwa acuan harga ini berlaku mengikat bagi petani kelapa sawit (khususnya plasma) yang terikat hubungan kerja sama dengan pabrik kelapa sawit (PKS) setempat.

Pangkas Peran Tengkulak: Dinas Perkebunan Kaltim mengimbau kelompok tani untuk memperkuat kelembagaan kemitraan resmi dengan PKS guna menghindari praktik permainan harga oleh spekulan/tengkulak di tingkat tapak.

Penguatan harga TBS ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan dan taraf hidup petani sawit swadaya/plasma di Kalimantan Timur, sekaligus memperkokoh kontribusi sektor perkebunan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sumber: diskominfo.kaltimprov.go.id