Berita Terbaru

11 UMKM Binaan Sinar Mas Agribusiness and Food Perluas Akses Pasar di Belitung Expo 2026

Belitung, BENIH SAWIT INDONESIA – Sebanyak 11 UMKM binaan PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, memperkenalkan berbagai produk unggulan lokal pada Belitung Expo 2026.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses promosi, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luasbagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaanperusahaan.

Belitung Expo 2026 merupakan salah satu agenda kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha lokal. 

Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Belitung tidak hanya dibangun oleh pemerintah sendiri. Belitung harus kita bangun dengan semangat gotong royong yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari Forkopimda, dunia usaha, pelaku UMKM hingga seluruh masyarakat,” ujar Djoni.

Stan PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya menjadi salah satu yang dikunjungi Syamsir, Wakil Bupati Belitung, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung untuk melihat berbagai produk lokal yang dipamerkan.

Beragam hasil usaha UMKM binaan ditampilkan di stan tersebut, mulai dari kopi Liberika khas Belitung, madu kelulut, telur, cabai, beras merah, pupuk organik cair, hingga kerupuk kulit ikan dan dodol singkong.

Instalasi sayuran hidroponik menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat memilih dan memanen langsung hasil yang dipajang di stan.

Selain produk UMKM binaan, stan juga menghadirkan informasi mengenai layanan dan produk dari ekosistem Sinar Mas, seperti bibit Dami Mas dan Bank Sinarmas, yang turut memberikan nilai tambah bagi pengunjung.

Kehadiran berbagai produk dan layanan tersebut mencerminkan kolaborasi dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Belitung.

Kesebelas UMKM yang berpartisipasi merupakan kelompokbinaan PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya yang selama ini memperoleh pendampingan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. 

Pendampingan dilakukan mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pengembangan kualitas produk, hingga membuka akses promosi agar produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Bagi para pelaku UMKM, keikutsertaan dalam Belitung Expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring usaha. 

“Belitung Expo bukan sekadar ajang pameran bagi kami. Kami bisa memperkenalkan produk kepada lebih banyak masyarakat, bertemu langsung dengan calon konsumen, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Suwardi, anggota Kelompok Tani Hutan Celah Bulin Perawas.

Hal serupa disampaikan oleh Mahfud, anggota Kelompok TaniAgro Kenupu, Desa Cerucuk, yang menyebut dukungan PT Forestalestari Dwikarya tidak hanya membantu meningkatkan hasil produksi padi, tetapi juga membuka akses pasar melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran, termasuk Belitung Expo 2026.

“Dukungan ini membuat kami semakin optimistis untuk terus mengembangkan usaha. Kami berharap kolaborasi seperti inidapat terus berlanjut sehingga semakin banyak produk lokal Belitung yang dikenal masyarakat,” ujar Mahfud.

Imam Munandar, Estate Manager PT Forestalestari Dwikarya, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam Belitung Expo merupakan bagian dari upaya membuka akses promosi yang lebih luas bagi UMKM binaan.

Menurutnya, pendampingan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas dan kualitas produk, namunjuga kesempatan untuk memperkenalkan hasil usaha kepada masyarakat agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Kami percaya UMKM akan berkembang lebih pesat ketika memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas produknya kepada masyarakat. Kami berharap agar Belitung Expo menjadi ruang bagi mereka untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak masyarakat, membangun kepercayaan pasar, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih besar ke depan,” ujar Imam.

Upaya menghadirkan stan yang menampilkan hasil pemberdayaan masyarakat kembali mendapat apresiasi.

PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya dianugerahi penghargaan Best Booth pada Belitung Expo 2026, pencapaian yang berhasil dipertahankan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Pencapaian ini mencerminkan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan UMKM binaan dalam menghadirkan stan yang tidak hanya menampilkan produk lokal, tetapi juga memperlihatkan hasil nyata dari proses pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan berbagaipemangku kepentingan, PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Belitung.

Sumber: belitung.tribunnews.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *