Benih Sawit Indonesia Berita Terkini Berita Terbaru Bibit Sawit Tanzania Harapan Baru Produksi Sawit Nasional
Berita Terbaru

Bibit Sawit Tanzania Harapan Baru Produksi Sawit Nasional

Keragaman Sumber Daya Genetik (SDG) sawit di Indonesia telah bertambah setelah pelepasan benih dari Tanzania. Sebanyak 29.294 bibit kelapa sawit main nursery resmi dilepas pemerintah untuk pengujian lanjutan.

BENIH SAWIT INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan PT Socfin Indonesia resmi melepas Sumber Daya Genetik (SDG) kelapa sawit asal Tanzania dalam kegiatan bertajuk “Pelepasan Sumber Daya Genetik Asal Tanzania – Pengayaan Plasma Nutfah untuk Generasi Baru Kelapa Sawit Indonesia” di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (5 Mei 2026).

Program ini merupakan tindak lanjut riset inisiatif Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang berfokus pada pengayaan sumber daya genetik kelapa sawit melalui eksplorasi internasional. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Pelepasan SDG Tanzania menjadi langkah strategis untuk memperluas keragaman plasma nutfah kelapa sawit Indonesia. Keragaman genetik dinilai penting dalam menghasilkan varietas unggul yang lebih produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta tahan terhadap berbagai cekaman lingkungan dan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa sumber daya genetik merupakan fondasi utama peningkatan produktivitas dan daya tahan tanaman sawit.

“Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk memperkaya keragaman genetik yang dimiliki Indonesia. Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan sumber daya genetik, tetapi juga menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit nasional,” ujar Eddy.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penguatan industri sawit Indonesia.

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional sangat penting. Distribusi SDG ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global,” katanya.

Dr Edy Suprianto Ketua Tim Periset PT Riset Perkebunan Nusantara mengatakan bahwa Saat ini, Indonesia baru memiliki SDG dari 3 (tiga) center of origins kelapa sawit, sementara Malaysia telah memiliki koleksi SDG dari 18 center of origins.

Tanzania adalah salah satu center of origins kelapa sawit, dan Indonesia belum memiliki SDG Tanzania wild type,” tambahnya.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pengembangan bibit unggul dan inovasi riset sawit merupakan bagian dari upaya jangka panjang BPDP dalam memperkuat fondasi industri sawit nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan domestik dan tantangan global yang semakin kompleks.

“Pengembangan sumber daya genetik unggul menjadi investasi strategis bagi masa depan sawit Indonesia. BPDP mendukung berbagai upaya riset dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus memastikan industri sawit nasional tetap berkelanjutan,” imbuh Alfansyah.

Melalui Tahapan Karantina Ketat

Kepala Badan Karantina Indonesia yang diwakili Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan, Aprida Cristin, menyebutkan bahwa pemasukan benih kelapa sawit asal Tanzania telah melalui pengawasan ketat untuk memastikan keamanan hayati nasional.

“Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk benih kelapa sawit sumber daya genetik asal Tanzania, diawasi secara ketat agar tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem Indonesia,” ujar Aprida.

Menurutnya, sebelum memperoleh izin pemasukan dari Menteri Pertanian, benih tersebut terlebih dahulu menjalani analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif. Setelah itu, dilakukan serangkaian tindakan karantina mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.

“Seluruh proses tersebut merupakan penerapan prinsip kehati-hatian untuk mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina sekaligus melindungi sumber daya genetik nasional,” jelasnya.

Simbol Kolaborasi Indonesia-Tanzania

Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Macocha Moshe Tembele, menyebut pelepasan SDG kelapa sawit ini bukan hanya kegiatan ilmiah, tetapi juga simbol kemitraan antara Indonesia dan Tanzania.

“Hari ini kita tidak hanya melepas sumber daya genetik, tetapi juga merayakan ilmu pengetahuan dan kemitraan. Ini adalah kisah kolaborasi dua negara sahabat yang dipisahkan Samudra Hindia, namun disatukan oleh tujuan bersama,” ujarnya.

Tembele menilai kerja sama lintas negara menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan global di sektor pertanian. Menurutnya, inovasi akan berkembang melalui pertukaran ide, sumber daya, dan keahlian antarnegara.

“Kerja sama bukan sekadar slogan diplomatik, tetapi alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari GAPKI, Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, Tanzania Agricultural Research Institute (TARI), hingga perusahaan anggota konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.

Program eksplorasi SDG Tanzania dimulai melalui penandatanganan Agreement on Oil Palm Germplasm Collaboration pada September 2023 dan Material Transfer Agreement antara GAPKI dan TARI pada Oktober 2024.

Eksplorasi lapangan dilakukan pada Maret hingga April 2024 di 10 wilayah Tanzania yang mencakup kawasan pesisir dan dataran tinggi. Tim peneliti Indonesia bersama TARI dan Tanzania Plant Health and Pesticide Authority (TPHPA) berhasil mengumpulkan tandan dari 102 aksesi kelapa sawit dengan tingkat keragaman genetik yang tinggi.

Dari hasil eksplorasi tersebut diperoleh lebih dari 83 ribu biji kelapa sawit. Setelah melalui tahapan pre-border quarantine di Tanzania dan intermediate quarantine di Inggris, sebanyak 82.586 biji diterima di Indonesia pada April 2025.

Proses pengecambahan dilakukan di PT Socfin Indonesia sejak Mei 2025. Setelah menjalani pengasingan dan pengamatan selama sembilan bulan di Instalasi Karantina Tumbuhan Kebun Tanah Besih, sebanyak 29.294 bibit kelapa sawit main nursery resmi dilepas pemerintah untuk pengujian lanjutan.

Bibit hasil eksplorasi Tanzania akan didistribusikan kepada 14 perusahaan anggota Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia untuk pengujian multilokasi di berbagai agroekosistem Indonesia. Sebanyak 715 bibit juga dialokasikan kepada pemerintah melalui Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang akan dikelola Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Material genetik tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk pengujian multilokasi, karakterisasi fenotipik dan genotipik, integrasi ke dalam program pemuliaan nasional, serta penguatan sistem pengelolaan plasma nutfah berbasis data melalui platform digital NUSAGEN.

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), dan Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia (PIPPSI) berkolaborasi menyusun menyusun riset inisiatif berjudul ‘Program Pengayaan Sumber Daya Genetik Kelapa Sawit Indonesia melalui Kegiatan Eksplorasi ke Tanzania’. Riset ini mendapatkan pendanaan Riset Inisiatif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan juga dukungan dari perusahaan-perusahaan perkebunan yang tergabung dalam Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia. Program riset eksplorasi Tanzania dilakukan selama 2 (dua) tahun dengan tahapan kegiatan berupa: Pra Eksplorasi, Eksplorasi, dan Pasca Eksplorasi. Kegiatan Pra Eksplorasi diinisiasi oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia melalui negosiasi dengan Pemerintah Tanzania. Kesepakatan antara Tanzania Agricultural Research Institute (TARI) dengan GAPKI telah dituangkan dalam Agreement on Oil Palm Germplasm Collaboration.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Exit mobile version