Berita Terbaru

BRIN Bersama Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro Kembangkan Riset Pemanfaatan Limbah Biomassa Agroindustri

Tangerang Selatan, BENIH SAWIT INDONESIA – Pusat Riset Teknologi Konversi Energi (PRTKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro mengembangkan riset pemanfaatan limbah biomassa agroindustri di Provinsi Lampung sebagai sumber energi alternatif berkelanjutan. Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/6), ini berfokus pada pengembangan teknologi konversi biomassa menjadi energi alternatif dan produk bernilai tambah untuk mendukung dekarbonisasi industri serta memperkuat ketahanan energi nasional. 

Kepala PRTKE BRIN, Tata Sutardi, mengatakan bahwa biomassa memiliki prospek besar sebagai sumber energi untuk mendukung transisi energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi, terutama pada sektor kelistrikan.

“Tantangan ke depan adalah memenuhi kebutuhan energi, termasuk untuk sektor kelistrikan yang terus meningkat. Berbeda dengan industri seperti baja yang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, diperlukan alternatif energi yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan biomassa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tata menjelaskan bahwa PRTKE memiliki 14 Kelompok Riset (Kelris) yang mengembangkan berbagai teknologi konversi energi, termasuk teknologi biomassa. Bidang ini juga mendapat perhatian dari mitra internasional melalui kerja sama dengan Sumitomo Heavy Industries serta program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).

Menurutnya, pengembangan teknologi biomassa memerlukan dukungan data dan potensi biomassa lokal. Oleh karena itu, sinergi dengan Universitas Muhammadiyah Metro dinilai penting karena arah riset kedua institusi saling melengkapi.

“Universitas Muhammadiyah Metro memiliki arah riset yang sangat sinergis dengan kami sehingga dapat dielaborasi bersama. Kerja sama ini juga terbuka untuk pengembangan bidang lain, termasuk teknologi boiler untuk biomassa dengan fraksi tinggi yang masih menjadi tantangan ke depan,” jelasnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro, Dwi Irawan, menyampaikan bahwa Lampung memiliki sumber daya biomassa yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai limbah agroindustri, seperti batang singkong, ampas tebu, limbah nanas, hingga limbah kelapa sawit, berpotensi dikembangkan menjadi sumber energi maupun bahan baku industri bernilai tambah.

“Potensi biomassa di Lampung sangat besar, mulai dari batang singkong untuk co-firing, ampas tebu, nanas, hingga limbah sawit. Potensi tersebut perlu diekspos lebih luas karena selama ini pemanfaatannya belum optimal,” katanya.

Ia berharap kerja sama dengan BRIN dapat menjadi awal pembentukan pusat riset biomassa di Universitas Muhammadiyah Metro. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat diperluas ke bidang pengelolaan sampah, teknologi pengolahan limbah, serta peningkatan kualitas pendidikan melalui kuliah tamu, pendampingan tugas akhir mahasiswa, dan keterlibatan periset BRIN sebagai dosen tamu.

Sementara itu, Perekayasa Ahli Muda BRIN sekaligus Ketua Kelompok Riset Energy Conversion for Industrial DecarbonizationPRTKE, Hanafi Prida Putra, menjelaskan bahwa riset difokuskan pada peningkatan nilai tambah limbah biomassa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Hanafi, Lampung merupakan salah satu daerah dengan potensi biomassa terbesar di Indonesia. Selain menjadi sentra produksi singkong nasional sebagai bahan baku bioetanol, wilayah tersebut juga menghasilkan limbah pertanian dan perkebunan dalam jumlah besar.

“Daun singkong dimanfaatkan sebagai bahan pangan, sekitar 30 persen batangnya digunakan kembali untuk penanaman, sedangkan sekitar 70 persen sisanya menjadi limbah. Selain itu terdapat limbah nanas, kopi, tebu, hingga limbah perkebunan karet dan sawit yang sangat potensial untuk dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penelitian akan berfokus pada pemanfaatan limbah batang singkong, kayu hasil replantingkaret, serta limbah kelapa sawit, seperti tandan kosong, pelepah, dan batang sawit. Biomassa tersebut akan dikonversi menjadi bahan bakar alternatif dan karbon reduktan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri.

“Tujuan utama riset ini adalah meningkatkan nilai ekonomi limbah biomassa agar tidak hanya menjadi residu pertanian, tetapi menjadi bahan baku industri yang memiliki nilai tambah dan mendukung upaya dekarbonisasi,” ungkapnya.

Ke depan, ruang lingkup kolaborasi tidak hanya terbatas pada Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro, tetapi juga berpeluang melibatkan fakultas lain yang memiliki kompetensi pendukung sehingga menghasilkan riset yang lebih komprehensif.

Sumber: brin.go.id

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *