Kawal Hilirisasi dan PSR, PTPN IV PalmCo Serap 8,42 Juta Ton TBS Rakyat dan Dampingi 49 Ribu Hektare Lahan
BENIH SAWIT INDONESIA - Peringatan Hari Tani Nasional kembali menegaskan krusialnya peran petani swadaya dan plasma dalam ekosistem industri sawit nasional. Mengingat hampir 50 persen dari total perkebunan sawit Indonesia dikelola oleh rakyat dengan dominasi tanaman tua, akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi syarat mutlak untuk menjaga produktivitas hulu sekaligus menyokong agenda hilirisasi nasional.
Kepala Pusat Studi Sawit IPB University, Prof. Budi Mulyanto, mengingatkan bahwa penurunan produksi Tandan Buah Segar (TBS) akibat penuaan pohon akan langsung mengancam rantai pasok industri hilir.
“Peremajaan sawit ini sangat penting. Saat ini hampir 50 persen sawit Indonesia itu merupakan sawit rakyat dan sebagian besar tanaman sudah tua. Kalau tidak diremajakan, maka bagaimana kita bicara program hilirisasi? Karena produksi menentukan hilirisasi,” tegas Prof. Budi.
Menjawab tantangan tersebut, PTPN IV PalmCo mengambil peran sebagai offtaker (penyerap) hasil panen sekaligus mendampingi peremajaan kebun rakyat secara intensif.
Poin-poin utama penyerapan panen, realisasi pendampingan PSR, hingga skema kemitraan PalmCo meliputi:
- Penyerapan Hasil Panen Raksasa: Terhitung sejak 2024 hingga Agustus 2026, pabrik kelapa sawit milik PalmCo telah menyerap sedikitnya 8,42 juta ton TBS dari kebun rakyat, memberikan kepastian pasar dan harga yang adil bagi petani.
- Lonjakan Realisasi Pendampingan PSR: PalmCo mengawal penerbitan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) agar petani dapat mengakses dana bantuan PSR dari pemerintah:
- 2024: Berhasil mendampingi lahan seluas 13.493 hektare.
- 2025: Melesat tajam menjadi 23.188 hektare.
- Agustus 2026: Capaian melonjak hingga 49.077,94 hektare kebun rakyat.
- Penerapan Sistem Single Management: Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa perusahaan mengelola kebun rakyat dengan standar Good Agricultural Practices (GAP) yang setara dengan kebun inti BUMN, mulai dari proses administrasi hingga tata kelola agronomi.
- Apresiasi Petani Sawit: Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia, Setiyono, menyambut positif skema kemitraan terintegrasi ini. Menurutnya, PSR melalui pendampingan PalmCo menjadi titik balik penguatan kelembagaan KUD, peningkatan pendapatan keluarga, serta jaminan keberlanjutan bagi generasi petani sawit berikutnya.
Melalui integrasi single management dan kepastian penyerapan TBS, PTPN IV PalmCo membuktikan komitmennya sebagai benteng ketahanan rantai pasok industri sawit sekaligus pendorong kesejahteraan petani rakyat Indonesia.
Sumber: ptpn4.com


