Olah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, PLN EPI Uji Coba Pemanfaatan Bio-CNG di PLTGU Belawan
Olah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, PLN EPI Uji Coba Pemanfaatan Bio-CNG di PLTGU Belawan
MEDAN, BENIH SAWIT INDONESIA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai pemanfaatan Compressed Biomethane Gas (Bio-CNG) sebagai bahan bakar campuran (co-firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Langkah strategis ini menjadi tonggak baru dalam diversifikasi energi primer nasional dengan mengoptimalkan gas terbarukan berbasis limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa penyaluran perdana Bio-CNG secara kontraktual telah dimulai sejak 8 Oktober 2026 setelah melewati serangkaian uji coba teknis dan studi kelayakan.
"Pada tahap awal, Bio-CNG dipasok dari fasilitas mitra kami, PT KIS Biofuels Indonesia, dengan proporsi campuran di bawah 2 persen dari total kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan yang berkontribusi menghasilkan daya 1–2 Megawatt (MW)," ujar Hokkop, Rabu (21/10/2026).
Poin-poin utama target bauran energi 2030, potensi limbah industri sawit, hingga pemetaan 200 unit pembangkit nasional meliputi:
- Target Bauran 10% Pada Tahun 2030: PLN EPI menargetkan peningkatan proporsi penggunaan Bio-CNG secara bertahap hingga mencapai 10 persen pada tahun 2030, didukung perluasan kapasitas produksi dan rantai pasok bahan baku.
Potensi Besar dari 3.000 Pabrik Kelapa Sawit (PKS):
- Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah POME melimpah.
- PLN EPI membidik pelibatan minimal 300 PKS dalam rantai pasok Bio-CNG nasional.
- Pemanfaatan optimal POME nasional untuk Bio-CNG diperkirakan dapat menghasilkan energi terbarukan setara 27 kargo LNG atau sekitar 3 juta MMBtu per tahun.
Ekspansi Wilayah & Pemetaan 200 Unit Pembangkit:
- Selain Sumatera Utara, PLN EPI memetakan potensi Bio-CNG berbasis POME di Riau dan Kalimantan, serta Bio-CNG berbasis limbah peternakan di Lampung.
- Terdapat lebih dari 200 unit PLTG, PLTMG, dan PLTGU di seluruh Indonesia yang berpotensi menerapkan Bio-CNG sesuai kesiapan teknis dan keekonomian masing-masing.
Dampak Lingkungan & Kolaborasi Investasi:
- Penangkapan gas metana dari POME mencegah pelepasan emisi gas rumah kaca ke atmosfer sekaligus mengubah residu limbah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
- PLN EPI membuka peluang kemitraan bisnis tiga pihak: pemilik PKS (penyedia bahan baku), penyedia teknologi pengolahan biogas, dan investor.
Melalui pengembangan Bio-CNG ini, PLN EPI membuktikan komitmennya dalam mengubah limbah organik menjadi sumber energi baru yang bernilai tinggi, sekaligus memperkokoh ekosistem bioenergi nasional yang mandiri, rendah karbon, dan berkelanjutan.
Sumber: tribunnews.com


