Benih Sawit Indonesia Berita Terkini Berita Terbaru Pemrov Kutim Memperkuat Peran Perempuan Pekerja Sawit
Berita Terbaru

Pemrov Kutim Memperkuat Peran Perempuan Pekerja Sawit

Sangkulirang, BENIH SAWIT INDONESIA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, memperkuat peran perempuan pekerja sawit lewat pembentukan dan penguatan Komite Gender, guna membangun lingkungan kerja yang aman, adil, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan pekerja baik perempuan maupun pria.

“Komite Gender bukan sekadar kepengurusan di atas kertas, melainkan wadah hidup untuk menyuarakan aspirasi dan menyelesaikan persoalan bersama,” ujar Kabid Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutim Supianti di Sangkulirang, Rabu.

Untuk itu, melalui pembentukan dan penguatan Komite Gender bagi Pekerja Perempuan dan Istri Pekerja PT Indonesia Plantation Sinergi (IPS) Sangkulirang bekerja sama dengan Yayasan Solidaridad diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan perubahan positif.

Supianti menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Solidaridad yang telah menjadi mitra setia dalam mendorong pengarusutamaan gender di sektor perkebunan sawit.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, pekerja, keluarga pekerja, dan mitra pembangunan seperti Yayasan Solidaridad, bisa menjadi kekuatan penting untuk menciptakan perubahan secara inklusif.

“Komite Gender di PT IPS ini kami harap tidak berhenti pada pelantikan kepengurusan, melainkan berkembang menjadi wadah aktif yang membangun komunikasi, koordinasi, edukasi, serta penampungan aspirasi pekerja perempuan dan para istri pekerja,” katanya.

Ia pun terus mendorong komite aktif mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan yang dihadapi perempuan, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak perusahaan agar tercipta hubungan kerja yang harmonis, sehingga kehidupan keluarga pekerja lebih sejahtera.

Supianti juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sinergi antara manajemen perusahaan, pekerja laki-laki dan perempuan, para istri pekerja, pemerintah daerah, serta Yayasan Solidaridad.

“Hal ini penting karena kesetaraan gender bukan hanya menghilangkan perbedaan antara perempuan dan laki-laki, tetapi memberikan kesempatan, penghargaan, perlindungan, dan perlakuan yang adil sesuai dengan peran dan kebutuhan di lingkungan kerja,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Koordinator Solidaridad Wilayah Kutim Martinus Martin menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar komite dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Perempuan memiliki peran besar sekaligus sebagai pekerja, ibu, istri, bahkan ada sebagai penopang kehidupan sosial-ekonomi keluarga, sehingga semua pihak harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang ramah terhadap perempuan,” katanya.

Sumber: kaltim.antaranews.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Exit mobile version