Terdeteksi 147 Titik, Hotspot Karhutla Nasional Turun Tajam Ditopang Hujan dan Pemadaman Darat
JAKARTA, BENIH SAWIT INDONESIA - Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di seluruh Indonesia kembali mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan pemantauan sistem SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga Minggu (25/10/2026) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 147 hotspot secara nasional, atau melonjak turun 170 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 317 hotspot.
Penurunan lebih tajam terjadi di enam provinsi prioritas pengendalian Karhutla, di mana jumlah hotspot anjlok dari 226 menjadi tersisa 26 titik. Rinciannya mencakup Kalimantan Barat (15 titik), Kalimantan Tengah (5 titik), Kalimantan Selatan (4 titik), dan Sumatra Selatan (2 titik), sedangkan Jambi serta Riau tercatat nihil hotspot high confidence.
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa meskipun penurunan hotspot merupakan perkembangan positif, operasi penanganan di lapangan tidak boleh dikendorkan mengingat satu kejadian kebakaran di lahan gambut bisa terdeteksi dalam beberapa indikasi satelit.
Poin-poin utama laporan pemadaman lapangan, bantuan hujan alami, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) meliputi:
Perkembangan Operasi Pemadaman Lapangan:
- Jambi: Kebakaran di Sungai Abang (Sarolangun) dinyatakan padam total, sementara tim melanjutkan pendinginan di lokasi gambut Tanjung Jabung Timur.
- Sumatra Selatan: Kebakaran di Air Itam Timur (PALI) padam. Penanganan intensif berlanjut di Desa Putak (Muara Enim), Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin guna memadamkan bara di bawah permukaan gambut.
- Kalimantan Barat: Manggala Agni Kemenhut berhasil memadamkan api di Desa Natai Kuini, Kendawangan, Ketapang.
- Kalimantan Tengah: Pemadaman berlanjut pada kawasan bergambut di Desa Tanjung Taruna, Jabiren Raya, Pulang Pisau.
- Kalimantan Selatan: Api di Landasan Ulin Barat (Banjarbaru) dan Sarigadung (Tanah Bumbu) berhasil dikendalikan/padam. Di Salikung (Tabalong), pemantauan puncak gunung memanfaatkan teknologi drone.
- Bantuan Hujan Alami di Wilayah Rawan: Curah hujan mulai turun pada Minggu (25/10) di beberapa titik vital, seperti wilayah Daops Manggala Agni OKI (Sumsel), kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (Kalteng), serta kawasan Cempaka dan Bandara Banjarbaru (Kalsel).
Kesiapsiagaan Operasi Udara & Modifikasi Cuaca:
- Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menyiagakan 49 unit armada udara.
- Armada tersebut terdiri dari 32 unit helikopter water bombing serta 17 unit untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai dry ice maupun NaCl.
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan pengendalian Karhutla adalah terjaminnya pemadaman total bara api di bawah permukaan gambut, berkurangnya dampak asap, serta terjaganya keselamatan masyarakat dan keanekaragaman hayati hutan Indonesia.
Sumber: kehutanan.go.id


