Jakarta, BENIH SAWIT INDONESIA – Produsen peralatan panen kelapa sawit asal Malaysia, Chong Lek Engineering Works Sdn Bhd, menargetkan perluasan jaringan bisnis dan kemitraan strategis di Indonesia melalui partisipasinya dalam Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 diselenggarakan pada 6-8 Agustus 2026 di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau.
Managing Director Datuk Ivan Chong mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar kelapa sawit terbesar dan paling penting di dunia. Kondisi tersebut menjadi alasan utama perusahaan untuk hadir dalam ajang pameran industri sawit tersebut.
“Kami melihat peluang besar untuk bekerja sama dengan perusahaan perkebunan, distributor, dan mitra industri di Indonesia. Partisipasi kami di SIEXPO 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas kehadiran di pasar Indonesia sekaligus membangun kemitraan bisnis jangka panjang,” ujarnya.
Perusahaan yang telah berdiri lebih dari 47 tahun tersebut dikenal sebagai manufaktur yang bergerak di bidang peralatan panen kelapa sawit dan solusi rekayasa baja. Berbekal pengalaman panjang dalam desain teknik, manufaktur, hingga pengendalian kualitas, Chong Lek Engineering berhasil mengembangkan berbagai peralatan panen yang kini digunakan oleh perusahaan perkebunan, kontraktor, dealer, dan pemanen di sejumlah negara penghasil minyak sawit.
Dalam pameran SIEXPO 2026, perusahaan akan menampilkan sejumlah produk unggulan, antara lain egrek untuk panen kelapa sawit, pahat (chisel), serta berbagai peralatan perkebunan lainnya.
Menurut Datuk Ivan Chong, produk-produk tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman teknik selama puluhan tahun dan masukan berkelanjutan dari pengguna di lapangan. Salah satu keunggulan utama egrek produksi Chong Lek adalah penggunaan baja berkualitas tinggi yang dipadukan dengan proses rekayasa yang telah teruji.
Selain memiliki performa pemotongan yang optimal, produk tersebut juga dirancang untuk mempertahankan ketajaman lebih lama sehingga dapat mengurangi frekuensi pengasahan dan meningkatkan produktivitas pemanen.
“Kami percaya tidak ada satu desain egrek yang cocok untuk semua pemanen. Karena itu, kami menyediakan berbagai pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan teknik kerja dan kondisi lapangan di masing-masing perkebunan,” katanya.
Meski membuka peluang transaksi selama pameran berlangsung, Chong Lek Engineering menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan hanya mengejar target penjualan jangka pendek.
Perusahaan lebih memprioritaskan penguatan hubungan dengan pelaku industri sawit nasional, termasuk perusahaan perkebunan, distributor, serta calon dealer di berbagai daerah.
“Kami ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan dan memperluas jaringan dealer di seluruh Indonesia. Itu menjadi fokus utama kami dalam mengikuti SIEXPO 2026,” ujarnya.
Di tengah upaya industri sawit meningkatkan efisiensi operasional, permintaan terhadap peralatan panen berkualitas tinggi masih menunjukkan tren positif. Chong Lek mencatat meningkatnya minat pasar terhadap produk-produk perusahaan, terutama karena daya tahan ketajaman dan performa yang dinilai mampu mendukung produktivitas panen.
Untuk memperkuat layanan kepada pelanggan, perusahaan juga menyediakan berbagai bentuk dukungan purna jual, mulai dari demonstrasi produk langsung di lokasi perkebunan, konsultasi teknis, hingga pengembangan produk berbasis umpan balik pengguna.
Selain itu, Chong Lek Engineering terus menjalin kolaborasi dengan dealer dan mitra bisnis guna memastikan ketersediaan layanan yang responsif bagi pelanggan di sektor perkebunan.
Melalui partisipasi dalam SIEXPO 2026, perusahaan berharap dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi peralatan panen kelapa sawit yang berorientasi pada produktivitas dan kebutuhan pengguna di lapangan.

